Berita

23 Aug 2018
Kebun Inklusi untuk pengurangan stigma dan diskriminasi

Pada tahun 2017, NLR Indonesia mengembangkan sebuah Program Inovatif yang merupakan sebuah konsep untuk memfasilitasi mitra organisasi NLR Indonesia dalam mengembangkan kegiatan yang bersifat kebaruan dalam hal pengetahuan, cara, obyek, metode dan penemuan bagi penanganan kusta, baik dari aspek penanganan penyakit maupun aspek sosial-inklusi orang yang pernah mengalami kusta. Salah satu hal penting dalam program Inovasi adalah pelibatan multi sektor dalam pelaksanaan dan pelibatan aktif orang yang pernah mengalami kusta dan keluarganya, masyarakat/komunitas guna mendapatkan keberlajutan di wilayah kegiatan.

Yayasan BESKAR mengembangkan program pemberdayaan Orang yang pernah mengalami kusta di Desa Abbumpungeng, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Propinsi Sulawesi Selatan. Desa Abbumpungeng memiliki 4 Dusun, Salah satunya adalah Dusun Lerang II yang pada masa lalu digunakan sebagai pusat rehabilitasi dan komplek penampungan pasien kusta. Meski saat ini sudah tidak ditemukan kasus kusta baru, peristiwa masa lampau tersebut masih memberikan stigma yang melekat pada dusun Lerang II dan warganya. 

Ada tiga kegiatan yang sudah dilakukan yaitu, pertemuan antar kampung, diskusi kampung dan pelatihan perkebunan pemanfaatan lahan pekarangan. Dalam setiap kegiatan tersebut Yayasan Beskar selalu melibatkan SKPD-SKPD terkait. Hasil dari keterlibatan SKPD diantaranya adalah Dinas Sosial akan melakukan pelatihan vokasional, dinas perhubungan akan memberi pelatihan pengelolaan pupuk kandang, serta kepala desa akan mengalokasikan anggaran awal untuk perkebunan inklusi sebesar Rp. 5.000.000,-

Melalui kegiatan pertanian dan lingkungan hidup “Kebun Inklusi”, Yayasan BESKAR bekerjasama dengan Pemerintah Desa serta tokoh masyarakat menyampaikan pesan-pesan sosial untuk mengurangi dampak stigma dan diskriminasi penyakit kusta di masyarakat.

Kebun inklusi dan pengelolaan lingkungan hidup menjadi pintu masuk yang efektif, karena sesuai dengan kebutuhan dan konteks lokal masyarakat Desa Abbumpungeng, dimana sektor pertanian menjadi komoditi utama warga desa. Pemerintah desa telah memberikan dukungan dengan menyiapkan lahan seluas 10 are untuk dikelola bersama dan dukungan pendanaan melalui anggaran desa yang bisa digunakan untuk pemeliharaan dan perawatan kebun.  Kebun inklusi akan dilekola bersama oleh warga dengan mengedepankan perinsip gotong-royong dan inklusi. Kebun Inklusi ini terletak di depan jalan masuk ke Dusun Lerang II, yang diharapkan mampu mengubah wajah Desa Lerang II sehingga pandangan stereotip tentang komplek kusta lambat laun akan berubah.

Beberapa bulan yang lalu, tim monitoring dan evaluasi NLR Indonesia mengadakan kunjungan ke lokasi project. Perubahan yang sudah terlihat dari kegiatan ini adalah kemampuan OYPMK dalam melakukan sosialisasi tentang penyakit kusta. Mereka mampu berbicara di hadapan orang banyak, berbicara di media elektronik maupun radio. Selain menyebarkan informasi yang benar tentang kusta, mereka juga berbicara tentang kebersihan lingkungan dan pemanfaatan pekarangan untuk tanaman palawija seperti Lombok, Terong dan Kacang Panjang.

Copyright © 2018 Netherlands Leprosy Relief Indonesia