Inclusion and Disability Program

  • PROJECTS
  • DPO / SCG STRENGTHENING
  • MEDICAL REHABILITATION
    • Pelatihan Bedah Rekonstruksi (2014)
    • Pelatihan Pembuatan Ortesa Protesa (2014)
    • Bimbingan Teknis Pembuatan Ortesa Protesa (2015-2016)
    • Pemberian Alat Bantu (2014-2016)
  • STIGMA REDUCTION
    • Strengthening Participation of Persons Affected by Leprosy (2013-2015)
    • Peer Group Counseling - Priority Fund (2016-2018)
    • Participatory Empowerment and Advocacy of Persons with Disability in CBR Inclusive Leprosy (2015)
    • Penguatan Data Base Difabel dan OYPMK di Kabupaten Tegal (2016)
  • RESEARCH PROJECT
    • Building Responses in Diverse Global Enabling Settings (2015-2016)
    • Map The Gap - Inclusive Medical Rehabilitation for Persons with Disability due to ...
    • Promoting Inclusive and Enabling Environtments for Persons Affected by Leprosy and with Other Disabilities in Indonesia
  • PREVENTION OF DISABILITY
    • Mobile Leprosy
  • CHILDREN WITH DISABILITY

Inklusi dan Disabilitas (Inclusion and Disability; IaD) merupakan salah satu program yang dikembangkan oleh NLR Indonesia. Program ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan orang yang pernah mengalami kusta setelah masa periode pengobatan. Program IaD memiliki 2 (dua) fokus dalam mengembangkan proyek-proyek, yaitu inklusi dan pemberdayaan. Inklusi dimaksudkan untuk mendorong keterlibatan penyandang disabilitas termasuk orang yang pernah mengalami kusta agar bisa terlibat dalam masyarakat dan pelayanan umum, sekaligus mempersiapkan masyarakat agar bisa menerima penyandang disabilitas termasuk orang yang pernah mengalami kusta. Sedangkan pemberdayaan dimaksudkan untuk memampukan dan menumbuhkan rasa percaya diri penyandang disabilitas termasuk orang yang pernah mengalami kusta agar mampu mengembangkan kelompok-kelompok mandiri.

Secara umum program ini disesuaikan dengan prioritas program NLR untuk pengurangan stigma dan pengembangan pembangunan yang inklusif bagi penyandang disabilitas termasuk orang yang pernah mengalami kusta. Hal tersebut kemudian diperkuat melalui Country Strategy NLR Indonesia dalam implementasi kegiatan agar mampu memberikan dampak yang lebih besar kepada penerima manfaat, antara lain adalah: (1) Kesinambungan program dan kepemilikan lokal (2) Partisipasi aktif dari orang yang pernah mengalami kusta, dan (3) Pengutamaan jejaring dengan lintas sektoral dengan penyakit lain dan program disabilitas. Dimana ketiga stategi tersebut sejalan dengan perinsip-perinsip rehabilitasi bersumberdaya masyarakat yang juga menjadi acuan NLR Indonesia dalam melakukan pemberdayaan kepada penyandang disabilitas termasuk orang yang pernah mengalami kusta. Program IaD  juga memberikan tekanan-tekanan dalam tema advokasi berbasis hak, sesuai dengan konvensi hak-hak penyandang disabilitas (CRPD). Pendekatan melalui hak asasi manusia akan menjadi pintu dalam pengurangan stigma dan diskriminasi, sekaligus untuk pemenuhan layanan dan akses bagi semua.

Copyright © 2016 Netherlands Leprosy Relief Indonesia
Developed by NLR Web Developer