Kisah Inspiratif

02 Jan 2018
Hukuman dari Tuhan

Orangtua mohammad mengatakan bahwa kusta adalah hukuman dari Tuhan. Mereka mengunci mohammad di dalam rumah. Dia disembunyikan karena mereka takut orang-orang di desa akan mengucilkan mereka kalau sampai ketahuan

Musim hujan sudah tiba. Dunia tampak lebih hijau, lebih berwarna. Saya ingat dulu suka sekali berjalan di tengah hujan. Ketika saya didiagnosa mengalami kusta, tahun itu musim hujan terasa berbeda sekali..

Ketika tanda kusta pertama muncul, saya pikir saya adalah superman. Sebelah lenganku mulai mati rasa; saya dapat menyentuh api tanpa merasa sakit. Ketika tetangga mengatakan saya mengalami kusta, dunia saya runtuh. Orangtua saya mengatakan saya adalah hukuman dari Tuhan, lalu mereka melarang saya keluar rumah. Mereka menyembunyikan saya di dalam rumah. Saya hanya boleh tinggal di dalam satu ruangan saja. Saya hanya boleh duduk di satu kursi saja. Saya hanya boleh makan dengan piring dan sendok garpu yang terpisah. Saya hanya boleh memakai satu handuk saja. Seluruh keluarga saya takut kepada saya karena saya mengalami kusta.

Masa itu adalah masa tergelap dalam hidup saya. Mengingatnya saja membuat saya sedih. Setahun setelah itu, orangtua saya mendengar bahwa salah satu tetangga kami pernah mengalami kusta lalu berhasil sembuh. Baru setelah itu mereka membawa saya ke klinik. Tiga tahun kemudian, saya pun sembuh dari kusta. Tapi sekarang, 28 tahun kemudian, saya masih merasakan penderitaan yang sama. Adik-adik saya masih malu membicarakan tentang saya. Stigma kusta masih lekat erat pada saya, bahkan melampaui kusta itu sendiri. Inilah mengapa saya sekarang giat memerangi kusta.

Sekarang saya adalah ketua Permata Cabang Lamongan, sebuah kelompok berkumpulnya orang-orang yang pernah mengalami kusta. Bersama-sama kami memerangi kusta di daerah Jawa Timur. Keadaan banyak berubah sekarang. Dulu tidak ada interaksi sama sekali antara orang yang mengalami kusta dan lingkungannya. Pekerjaan kami semakin penting karena setiap tahunnya masih ada 4000 kasus baru yang muncul. Kami berkeliling dari desa ke desa untuk mendidik masyarakat bahwa kusta adalah penyakit yang dapat disembuhkan, dan bahwa orang yang mengalami kusta tidak boleh disembunyikan di rumah.

Penting sekali untuk mengikutsertakan rohaniwan dalam pekerjaan kami, khususnya rohaniwan Muslim. Mereka berperan besar dalam menghapus stigma, seperti halnya keluarga pasien.

Pengobatan dapat menyembuhkan penyakit. Akan tetapi kesembuhan sesungguhnya hanya dapat diperoleh dari dukungan keluarga.

Copyright © 2018 Netherlands Leprosy Relief Indonesia