Kisah Inspiratif

27 Nov 2017
Ditinggal suami karena kusta

Bunira harus menerima kenyataan pahit, ditinggalkan suami karena menderita kusta. Bunira berusia 36 tahun ketika didiagnosa menderita kusta.

“Menit-menit yang terberat dalam hidup saya ketika saya harus memberitahu suami bahwa saya mengalami kusta. Ia memandang saya dan terdiam, kemudian ia memandang ke arah pohon di depan rumah kami. Saya mencoba meraih tangannya, tapi ia menepis tangan saya. Ia lalu berdiri dan mulai membereskan barang-barangnya. Sebulan kemudian ia menikah dengan wanita lain. Tapi saya memaafkannya. Kalau saya menjadi dia, saya pun akan melakukan hal yang sama”.

“Ketika saya memeriksakan diri kepada seorang dokter, beliau segera merekomendasikan saya ke rumah sakit. Di rumah sakitlah saya didiagnosa kusta. Sejak itu hidup saya mulai runtuh. Saya tidak bisa merasakan kaki kiri dan tangan saya. Saya tidak bisa bekerja karena syaraf di tangan saya sudah tidak berfungsi. Saya harus senantiasa berhati-hati agar tidak terluka. Suatu hari saya tercakar kucing, luka cakar itu menyebabkan infeksi yang cukup parah sehingga saya harus dirawat secara khusus.

“Hal yang paling parah adalah ketika semua orang meninggalkan saya. Teman-teman tidak lagi mau menemui saya. Suami saya pergi dan menikah lagi dengan orang lain. Seandainya saya tidak mengidap kusta, tentunya ia tidak akan pergi. Tapi saya mengerti. Jika saya yang menjadi dia, dan dia yang sakit, tentunya saya pun akan meninggalkan dia. Apa gunanya hidup dengan orang yang memiliki kusta?”

“Sekarang saya kembali pulang ke rumah orangtua saya. Mereka hanya petani dan tidak dapat banyak membantu. Saya juga bergabung dengan kelompok pengidap kusta lainnya. Di situlah saya belajar merawat diri, merawat luka, dan mendapat dukungan dari orang lain. Ada titik cerah yang saya temukan dalam kelompok ini. Anak saya juga mencerahkan hidup saya. Sekarang ia sudah menjadi gadis berusia 17 tahun, dan saya harap ia tidak terinfeksi kusta. Anak saya yang mendorong saya untuk selalu bersemangat. Saya berharap saya bisa membangun kembali hidup saya setelah sembuh dari penyakit yang mengerikan ini. Walaupun saya harus menerima kenyataan pahit karena mengidap kusta, tapi saya berharap hidup saya akan menjadi lebih baik setelah sembuh nanti” 

Bunira, 40 tahun dari Sulawesi Utara

Copyright © 2018 Netherlands Leprosy Relief Indonesia