Kisah Inspiratif

21 Jun 2018
Menggugah Kesadaran Masyarakat Tentang KUSTA

Kurangnya informasi yang benar tentang penyakit kusta menciptakan stigma dan diskriminasi terhadap orang yang sedang maupun yang pernah mengalami kusta (OYPMK). Informasi tentang kusta lebih banyak di dominasi oleh mitos dan pemahaman yang keliru, misalnya penyakit kusta adalah kutukan. Stigma dan diskriminasi seringkali menghambat penemuan kasus kusta secara dini. Hal ini dapat menyebabkan pengobatan bagi penderita, serta penanganan permasalahan medis lainnya menjadi sangat terlambat, hingga menimbulkan kecacatan (disabilitas). Dibutuhkan motivasi dan komitmen yang kuat baik dari orang yang sedang dan pernah mengalami kusta maupun masyarakat luas dalam upaya untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kusta dan menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap OYPMK adalah melalui keterlibatan langsung OYPMK dalam menyebarluaskan informasi tentang kusta dan mendukung petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan penyakit kusta.

 
Kisah Bapak Al Qadri, orang yang pernah mengalami kusta,
yang juga adalah pengurus PERMATA Sulawesi Selatan.

PERMATA (Perhimpunan Mandiri Kusta) Sulawesi Selatan adalah salah satu mitra NLR Indonesia yang memberikan pendampingan dan pelatihan penyuluhan bagi orang yang sedang dan pernah mengalami kusta dengan tujuan agar mereka mengetahui dan dapat menyebarluaskan informasi yang benar tentang penyakit kusta. Melalui pendampingan dan pelatihan tersebut diharapkan orang yang sedang dan pernah mengalami kusta dapat mengubah pola pikirnya, sehingga dapat berdaya untuk menolong diri mereka sendiri, bahkan menolong orang lain. Selain itu, PERMATA juga mendorong agar masyarakat mau membantu orang yang sedang dan pernah mengalami kusta (OYPMK) agar tetap sehat dan mampu menjaga kesehatan secara mandiri. Visi PERMATA adalah bebas dari stigma dan diskriminasi menuju kualitas hidup yang layak. Melalui bantuan pendanaan dan bantuan teknis dari NLR Indonesia, PERMATA telah berhasil mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap OYPMK di Sulawesi Selatan.

Copyright © 2018 Netherlands Leprosy Relief Indonesia